Posted by : MUHAMMAD AGUNG PRADANA
Rabu, 21 November 2012
Tag :// Artikel
A.
PENGERTIAN NILAI SOSIAL
Kita sering mendengar dan bahkan
menggunakan istilah ”nilai”.Nilai adalah sebuah konsep yang menunjukkan sesuatu
yang berharga dalam kehidupan, itulah sebabnya nilai sering kali dipahami
sebagai hal-hal yang baik.
Nilai Sosial adalah sesuatu yang
berharga, baik, mulia, cantik, tulus yang diinginkan, dicita-citakan sehingga
menghasilkan ukuran, patokan untuk menentukan baik buruknya suatu objek namun
bersifat relatif.
Berikut beberapa definisi mengenai
nilai sosial:
1.
Kimball Young, merumuskan nilai
sosial sebagai asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang
benar dan apa yang penting.
2.
A.W. Grenn, merumuskan nilai
sosial sebagai kesadaran yang secara relative berlangsung disertai emosi
tergadap objek, ide perorangan.
3.
Woods, mengatakan bahwa nilai
sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama,
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
B. JENIS-JENIS
NILAI
·
Menurut Prof.Dr.Notonegoro, SH., nilai terbagi
dari 3 jenis.
a.Nilai
material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsure jasmani manusia.
b.Nilai vital,
yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan
atau aktivitasnya.
c.Nilai
kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
*Nilai
kerohanian dapat dibedakan menjadi:
a) nilai
kebenaran/kenyataan, yang bersumber pada unsur akal manusia ( rasio, budi,
cipta )
b) nilai
keindahan, yang bersumber pada unsure rasa manusia ( perasaan estesis );
c) nilai
kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsure kehendak/kemauan (
karsa/etik)
d) nilai
religious, yang merupakan nilai keutuhan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak,
bersumber pada kepercayaan keyakinan manusia.
·
Macam-macam nilai menurut Walter G. Everee, adalah sebagai berikut:
a. Nilai-nilai ekonomis ( Economic Values ), yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan system
ekonomi. Nilai-nilai ini ditunjukkan dengan harga pasar yang meliputi semua
benda yang dapat dibeli.
b.
Nilai-nilai rekreasi ( Recreation Values ),
yang meliputi nilai-nilai keindahan alam dan permainan pada waktu senggang,
sepanjang dapat memperkaya kehidupan dan kesegaran jasmani dan rohani.
c.
Nilai-nilai perserikatan ( Association
Values ), yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dari
persahabatan, kehidupan keluarga, kehidupan desa, bangsa, sampai perserikatan
tingkat internasional.
d.
Nilai-nilai kejasmanian ( Bodily Values ),
yang meliputi hal-hal yang bersangkutan dengan pemeliharaan kesehatan,
efisiensi, dan keindahan kehidupan jasmani.
e.
Nilai-nilai intelektual ( Intelctual
Values ), yang meliputi nilai-nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran.
f.
Nilai-nilai watak ( Character Values ),
yang meliputi seluruh tantangan dan kesalehan pribadi dan sosial, termasuk
keadilan, kesediaan menolong, control diri, dan cinta kebenaran.
C.
CIRI-CIRI NILAI SOSIAL
Ciri-ciri nilai sosial antara lain :
1.
Nilai merupakan konstruksi masyakarat yang tercipta melalui interaksi di antara
para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara sosial, bukan secara biologis
ataupun bawaan lahir.
2.
Nilai sosial diimbaskan, artinya dapat diteruskan atau diimbaskan dari satu
orang atau kelompok ke orang atau kelompok lain. Proses pengimbasan nilai
sosial bisa melalui berbagai macam proses sosial misalnya kontak sosial,
komunikasi, interaksi, difusi, adaptasi, adopsi, akulturasi, dan asimilasi.
3.
Nilai dipelajari, maksudnya nilai itu diperoleh, dicapai dan dijadikan milik
diri melalui proses belajar, yaitu sosialisasi yang berlangsung sejak masa
bayi, kanak-kanak, hingga remaja dalam keluarga.
4.
Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan sosial. Nilai yang disetujui dan yang telah diterima secara
sosial itu menjadi dasar bagi tindakan dan tingkah laku, baik secara pribadi,
kelompok, maupun masyarakat secara keseluruhan.
5.
Nilai merupakan asumsi-asumsi abstrak yang terdapat konsensus sosial tentang
harga relative dari obyek dalam masyarakat.
6.
Nilai-nilai cenderung berkaitan satu dengan yang lain dan membentuk pola-pola
dan system nilai dalam masyarakat.
7.
Sistem-sistem nilai beragam bentuknya antara kebudayaan yang satu dengan
kebudayaan yang lain. Hal itu disesuaikan dengan penilaian yang diperlihatkan
oleh setiap kebudayaan terhadap bentuk-bentuk kegiatan tertentu dalam
masyarakat yang bersangkutan. Keanekaragaman kebudayaan dengan bentuk dan
fungsi yang berbeda menghasilkan system nilai yang berbeda pula.
8.
Nilai selalu memberikan pilihan dari system-sistem nilai yang ada sesuai dengan
tingkatan kepentingannya.
9.
Nilai-nilai juga melibatkan emosi atau perasaan.
10.
Nilai-nilai dapat memengaruhi perkembangan pribadi dalam masyarakat secara
positif maupun negative.
D.
FUNGSI NILAI SOSIAL
Nilai Sosial memiliki beberapa fungsi
umum, seperti dikemukakan oleh Suparto berikut ini.
1.
Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu
kelompok
2.
Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
3.
Nilai sosial merupakan penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi
peranan-peranan sosialnya.
4.
Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat.
5.
Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
Menurut Koentjaraningrat, ada lima
masalah dasar dalam hidup yang diambil dari kerangka Kluckhon, yang di dalamnya terdapat semua system nilai dari semua
kebudayaan di dunia, yaitu (1) hakikat hidup manusia, (2) hakikat karya
manusia, (3) hakikat tindakan manusia dalam ruang dan waktu, (4) hakikat
manusia dengan alam sekitarnya, dan (5) hakikat hubungan manusia dan sesamanya.
KESIMPULAN
Dalam kehidupan
bermasyarakat nilai sangat diperlukan, karena dengan adanya nilai sosial dalam
kehidupan masyarakat, nilai sosial dapat dijadikan pedoman bagi hidup manusia
dan bertindak sekaligus sebagai pengawas (kontrol) prilaku manusia dengan daya
tekan dan daya mengikat agar manusia berprilaku sesuai dengan norma yang
berlaku.
- Back to Home »
- Artikel »
- ARTIKEL NILAI SOSIAL





test
BalasHapus